http://Catatannews.id ][ Samarinda ][ DPD Persatuan Jurnalis Indonesia Kalimantan Timur (PJI Kaltim) menggelar audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim di Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan membahas penguatan kapasitas jurnalis, termasuk dorongan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta peningkatan kualitas SDM di bidang jurnalistik.
Kepala Diskominfo Kaltim, H. Muhammad Faisal, http://S.Sos., http://M.Si., menyambut baik kehadiran PJI sebagai mitra strategis pemerintah membangun ekosistem informasi yang sehat.
“Pemerintah pasti menyambut baik organisasi seperti ini. Justru lebih mudah berkomunikasi jika melalui wadah yang jelas,” ujar Faisal.
Ia menekankan pentingnya kesamaan persepsi insan pers untuk berpedoman pada aturan dan kode etik jurnalistik. Menurutnya, kualitas SDM jadi kunci utama profesionalisme jurnalis.
“Fokus kita bagaimana meningkatkan kualitas SDM. Karena itu akan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Faisal juga mengingatkan agar organisasi profesi menjaga soliditas, menjauhi konflik internal, dan tetap netral dari politik praktis.
Ketua DPD PJI Kaltim, Jerison Togelang alias Bucek, menyebut audiensi ini langkah awal memperkuat sinergi PJI dengan Pemda. Ia menjelaskan PJI berdiri sejak 1999 dan turut merumuskan kode etik jurnalistik di Indonesia.
“Kehadiran PJI ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan SDM jurnalis di Kaltim,” ujar Bucek.
Ia juga menyampaikan pelantikan pengurus PJI Kaltim dijadwalkan 30 Mei 2026 di Samarinda.
Sekjen PJI Kaltim, Tommy Simanjuntak, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali program UKW sebagai standar kompetensi jurnalis.
“Kami berharap ke depan UKW bisa kembali dibuka secara luas, sehingga teman-teman jurnalis memahami kode etik dan bekerja lebih profesional,” ujarnya.
Menurut Tommy, UKW bisa menekan maraknya praktik jurnalistik yang tidak sesuai standar. “Setidaknya dengan UKW ini, kualitas jurnalis bisa lebih terukur dan masyarakat juga mendapatkan informasi yang lebih akurat,” tambahnya.
Audiensi diharapkan jadi pintu awal kolaborasi PJI Kaltim dan Diskominfo untuk meningkatkan kualitas jurnalis sekaligus memperkuat peran pers di Kalimantan Timur.
*[Tim Redaksi]*












