Mahasiswa Serbu Gedung DPRD Bogor, Desak Transparansi Anggaran Pokir Digitalisasi Posyandu

  • Bagikan

http://Catatannews.id ][ Kabupaten Bogor ][ Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (07/04/2025), memanas hingga berujung kericuhan. Sejumlah massa aksi nekat merangsek masuk ke area gedung dan merusak pintu gerbang sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran pokok pikiran (pokir).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa spanduk dan banner berisi kritik keras terhadap DPRD serta menuntut keterbukaan terkait program digitalisasi posyandu yang dinilai tidak efektif dan diduga tidak tepat sasaran, meskipun anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah.

Koordinator aksi, Yuri Gagarin, menegaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan berdasarkan hasil penelusuran data pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Ia menyebut program digitalisasi posyandu yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) perlu ditinjau ulang secara menyeluruh.

“Kami mendesak DPRD dan DPMD untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Jangan sampai anggaran besar justru tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris DPMD Kabupaten Bogor, Holigma Wardi, membantah adanya penyimpangan dalam program yang dimaksud. Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan lebih berfokus pada fasilitasi peralatan kesehatan berbasis digital, seperti timbangan dan alat ukur tekanan darah.

Menurutnya, polemik yang terjadi diduga dipicu oleh kesalahan dalam penginputan data pada RUP yang kemudian menimbulkan multitafsir di kalangan mahasiswa.

“Setelah kami berdiskusi, ada indikasi miskomunikasi yang berawal dari penulisan di RUP. Kami akan cek kembali, kemungkinan ada kesalahan input sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda,” ujarnya.

Setelah melalui proses mediasi dengan pihak DPRD, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib. Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan transparansi penuh dari pihak terkait.

Tim Red

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *