http://Catatannews.id ][ JAKARTA ][ Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik Calon Jaksa menjadi Jaksa pada penutupan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa/PPPJ Angkatan LXXXIII/83 Gelombang I Tahun 2026 di Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Kamis 25/6/2026. Diklat intensif selama 4 bulan itu juga meluluskan 5 peserta dari unsur TNI.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan sumpah jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan ikatan suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara, dan rakyat Indonesia. Ia menekankan jabatan jaksa dengan kewenangan penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi harus dibekali integritas, moralitas, dan profesionalitas.
“Saya tidak butuh Jaksa yang pintar namun tidak bermoral. Saya juga tidak butuh Jaksa yang cerdas tapi tidak berintegritas. Yang saya butuh adalah Jaksa yang pintar, berintegritas, dan bermoral,” tegas Burhanuddin.
Jaksa Agung meminta para jaksa baru bertindak sebagai Agen Perubahan yang berani mengubah kultur kerja koruptif, malas, dan feodal yang masih tersisa di lingkungan kerja.
“Sebagai Tunas Adhyaksa, kalian harus siap hadapi regenerasi. Bawa nilai idealisme yang dipupuk selama diklat. Jangan biarkan luntur oleh kebiasaan buruk di tempat tugas baru,” ucapnya.
Ia juga meminta jaksa tidak kaku menghadapi realitas sosial. Seorang jaksa harus punya intuisi hukum dan keadilan substantif karena “keadilan sejati tidak tertulis di buku, melainkan lahir dari hati nurani”.
Burhanuddin mengingatkan peran jaksa sebagai _dominus litis_ atau pengendali perkara menuntut kesiapan intelektual tinggi, terutama dalam menerapkan KUHP dan KUHAP baru. Kesalahan sekecil apa pun dalam menerapkan hukum bisa berakibat fatal dan merusak legitimasi hukum.
Di era media sosial, Jaksa Agung melarang keras jaksa mengunggah konten gaya hidup mewah atau hedonisme, terutama saat mengenakan baju dinas.
“Sebagai _role model_ masyarakat, insan Adhyaksa wajib memperlihatkan pola hidup sederhana dan bersahaja,” tegasnya.
Mengakhiri amanat, Jaksa Agung meminta jaksa baru memegang teguh jiwa korsa dan Tri Krama Adhyaksa. Ia mengingatkan jalan pengabdian menanti di seluruh pelosok Nusantara, dari Sabang sampai Merauke.
Jakarta, 25 Juni 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM
Editor: Redaksi













