http://Catatannews.id ][ Cijeruk Bigor ][ Menyusutnya sejumlah sumber air permukaan di kawasan kaki Gunung Salak, tepatnya di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, kian menjadi sorotan. Kondisi ini diduga kuat akibat lemahnya upaya pelestarian lingkungan dan minimnya kegiatan konservasi di wilayah tersebut.
Aktivis lingkungan Cijeruk, Indra Surkana, angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia menilai, penyusutan sumber air yang terjadi saat ini merupakan dampak nyata dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, kawasan kaki Gunung Salak yang selama ini dikenal sebagai daerah resapan air alami, kini mengalami tekanan cukup serius akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya air yang tidak terkendali.
“Seharusnya kawasan ini dijaga ketat sebagai wilayah resapan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, eksploitasi terus berjalan tanpa diimbangi upaya konservasi yang memadai,” ujar Indra kepada Pakar Selasa 14 April 2026.
Ia mengungkapkan, setiap harinya ratusan tangki air curah mengambil air dari sumber-sumber alami di wilayah tersebut. Selain itu, sejumlah perusahaan juga memanfaatkan air permukaan untuk kepentingan usaha tanpa memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.
Kondisi ini, lanjut Indra, berpotensi mempercepat krisis air bersih bagi masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani secara serius.
“Air terus diambil setiap hari, tapi upaya pengembalian atau pelestarian nyaris tidak ada. Ini yang menjadi ancaman besar ke depan,” tegasnya.
Atas dasar itu, Indra mendesak para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Cijeruk untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menjalankan program konservasi secara nyata, seperti reboisasi, pembuatan sumur resapan, serta perlindungan kawasan mata air.
Tak hanya itu, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk lebih tegas dalam mengawasi aktivitas pengambilan air serta memperkuat regulasi terkait perlindungan sumber daya air.
“Pemkab Bogor harus hadir dan bertindak tegas. Jangan hanya memberi izin, tapi juga harus memastikan lingkungan tetap terjaga. Konservasi harus digalakkan secara besar-besaran,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari tidak merusak kawasan hutan hingga aktif dalam kegiatan penghijauan.
Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan kondisi sumber air di kawasan Cijeruk dapat kembali stabil dan tetap terjaga untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Tim Red












