Dilan Ramdhan Sabet Juara 2 di Dua Kelas, Buktikan Kemampuan di Grasstrack Open Championship 2025

  • Bagikan

http://Catatannews.id ][ Bogor ][ Dentuman mesin dan sorak sorai ribuan penonton menggema di Sirkuit Citilam 124, Jasinga, Kabupaten Bogor, pada ajang Grasstrack Open Championship 2025 yang digelar Sabtu–Minggu (6–7 Desember 2025). Di tengah ketatnya persaingan para rider profesional dan remaja, muncul sosok kecil berusia 7 tahun yang menjadi kejutan terbesar dalam gelaran tersebut. Ia adalah M. Dilan Ramdhan, atau yang akrab disapa Dion Bengal, bocah asal Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang sukses menyabet Juara 2 di dua kelas sekaligus.

Tampil Berani di Lintasan Ekstrem Citilam

Turun bersama Team AMJ 99, CPRT 23 Teamna, dan NaQay MX School, Dion mengikuti ajang Grasstrack Open Championship 2025 di Sirkuit Citilam 124. Lintasan Citilam dikenal sulit, dipenuhi tikungan tajam, tanjakan ekstrem, hingga jalur teknis yang menuntut stamina dan teknik tinggi.

Namun Dion tampil luar biasa—tenang, stabil, dan berani. Di usianya yang masih sangat belia, ia menunjukkan kematangan teknik yang tak biasa.

“Hasilnya, Dion sukses meraih:
Juara 2 Kelas MX 50cc
Juara 2 Kelas 50cc Pembinaan

Pencapaian ini makin istimewa karena kelas tersebut diikuti oleh rider berbakat nasional, termasuk juara 1 nasional yang membuat atmosfer kompetisi semakin ketat.

Sorotan Panitia dan Penonton: “Anak Ini Masa Depan Grasstrack Indonesia”

Sepanjang perlombaan, penampilan Dion menjadi perbincangan hangat. Banyak panitia, penonton, dan pengamat otomotif terpukau melihat keberaniannya di lintasan.

“Salah satu panitia menuturkan:
Ini bukan anak biasa. Ini calon juara masa depan. Mentalnya kuat, tekniknya rapi, dan dia tidak panik walau start agak tertinggal. Jarang ada anak 7 tahun yang bisa setenang ini.”

Dion bahkan beberapa kali mendapat tepuk tangan meriah dari tribun saat mampu menyalip lawan yang usianya jauh lebih tua.

Grasstrack Bukan Olahraga Mudah—Dion Menjawab Tantangan, Dunia grasstrack dikenal keras, menuntut keberanian ekstra, refleks cepat, dan kontrol motor yang presisi. Kebanyakan peserta adalah remaja hingga dewasa. Namun Dion membuktikan bahwa bakat besar bisa datang dari usia berapa pun.

Pengamat balap yang hadir turut memuji kemampuan Dion yang dinilai memiliki dasar teknik kuat dan potensi besar menjadi pembalap profesional di masa depan.

Peran Ayah yang Tak Tergantikan: H. Deni Saputra

“Dalam keterangannya, Deni menahan haru:
Saya bangga dan terharu. Di usianya yang masih 7 tahun, semangat Dion luar biasa. Saya berharap pemerintah, KONI, IMI, dan Dispora bisa membuka ruang pembinaan untuk anak-anak berbakat seperti Dion agar mereka bisa berkembang lebih jauh.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, pelatih, dan masyarakat yang terus mendukung perjalanan karier putranya.

Dion: Pendiam, Fokus, dan Penuh Mimpi

Dion dikenal sebagai anak pendiam, tetapi fokus saat berada di atas motor. Saat diwawancarai usai perlombaan, Dion berkata pelan namun penuh keyakinan:

“Alhamdulillah saya tembus dua kelas. MX 50cc di bawah Arkana (juara nasional), dan juara 2 kelas 50cc pembinaan.”

Jawaban singkat tapi tegas itu memperlihatkan mental juara yang sudah terbentuk sejak dini.

Simbol Kebangkitan Pembalap Muda Indonesia

Kisah Dion Bengal adalah bukti bahwa masa depan olahraga otomotif Indonesia sangat cerah. Dari desa kecil di lereng Gunung Salak, lahirlah seorang anak dengan mimpi besar yang kini mulai menorehkan prestasi di kancah kabupaten.

Dion bukan hanya mencuri perhatian—ia membawa pesan bahwa talenta anak bangsa harus mendapatkan dukungan, pembinaan, serta kesempatan lebih luas untuk berkembang.

Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, bukan tidak mungkin Dion akan menjadi salah satu pembalap hebat Indonesia di mas

Kevin

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *