http://Catatannews.id ][ Sukabumi ][ Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus menyebut pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya terkendala dua hal: perizinan pertambangan dan dampak perang Iran-Amerika. Kondisi ini membuat pengerjaan proyek jalan terlambat dan harga bahan baku naik.
Uus menjelaskan, konflik Iran-Amerika memicu nilai tukar dolar terhadap rupiah meroket. Dampaknya langsung terasa pada harga bahan baku material alam seperti pasir, batu boulder, aspal, hotmix, dan beton.
“Hal ini menyebabkan perubahan penghitungan ulang pada Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dan berdampak pada keterlambatan waktu pengerjaan proyek,” ujarnya, Selasa, 13 Mei 2026.
Meski ada kendala, Uus memastikan pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan sesuai jadwal. “Pembangunan infrastruktur jalan tetap akan berjalan sesuai skema yang sudah terjadwalkan, meskipun anggaran Pemkab terkena efisiensi. Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan,” tegasnya.
DPU Sukabumi juga sudah menayangkan paket pekerjaan di LPSE dan akan melakukan proses lelang secara bertahap.
Uus berharap tidak ada lagi kenaikan harga material yang mengganggu proyek. Ia juga mengajak warga lebih peduli menjaga infrastruktur.
“Kepada warga, jika ada saluran mampet mari bersama-sama diperbaiki supaya tidak sumbat dan tidak menyebabkan banjir ke jalan. Juga pantau kendaraan yang over kapasitas yang melintas di jalan kabupaten agar sadar pentingnya menjaga jalan tetap awet,” pungkasnya.
Red












