http://Catatannews.id ][ JAKARTA ][ Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jodi Mahardi meluruskan kabar bansos Rp5,4 juta per orang. Angka itu bukan program bantuan tunai baru, melainkan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial yang sudah ada.
Klarifikasi disampaikan Rabu 10/6/2026 menanggapi pernyataan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan sehari sebelumnya di Istana Negara.
“Kami menegaskan bahwa angka Rp5,4 juta bukan merupakan program bantuan tunai baru yang akan diterima secara merata oleh setiap warga negara. Angka tersebut murni merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial, termasuk bantuan sosial, yang sudah ada,” kata Jodi.
Jodi menekankan manfaat riil yang diterima tiap rumah tangga pasti berbeda karena kondisi dan tingkat eligibilitasnya berbeda.
Fokus utama pemerintah saat ini membangun sistem perlindungan sosial nasional yang terintegrasi, tangkas, berdampak nyata. Digitalisasi jadi kuncinya.
Transformasi tata kelola dirancang agar penyaluran bansos dan subsidi lebih presisi, efisien, transparan, mudah diakses yang berhak. Uji coba digitalisasi penyaluran bansos sudah berjalan di sejumlah daerah dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan nasional.
“Kami juga menegaskan bahwa reformasi ini tidak dirancang untuk mengurangi program perlindungan sosial yang sudah berjalan. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan manfaat program dapat disalurkan jauh lebih efektif dan tepat sasaran,” terang Jodi.
Sebelumnya Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa 9/6/2026, menyebut pemerintah siapkan sistem penyaluran bansos pakai kecerdasan buatan (AI) dan Government Technology (GovTech).
Luhut juga menyebut target akhir 2026 ada “Digital Single ID” agar semua bansos/Direct Cash Transfer bisa tepat sasaran. Pemanfaatan teknologi diklaim bisa hemat anggaran.
“Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghadirkan program perlindungan sosial yang semakin responsif, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan rakyat,” tutup Jodi.
Sumber: INFO Bansos
Editor: Redaksi