http://Cstatannews.id ][ BANDUNG ][ Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar alias Dado, tak kuasa menahan haru usai membawa Maung Bandung juara. Dengan mata berkaca-kaca, Dado mengaku perjalanan kariernya tidak selalu mulus.
Dado membeberkan masa-masa sulit yang pernah ia lewati: kehilangan tempat utama, cedera parah, hingga dipandang sebelah mata. “Tahun-tahun sebelumnya sempat mau putus asa, apalagi dengan beberapa pihak yang meremehkan. Kepikiran aja enggak sampai bisa sesukses ini, maksudnya sampai mau pindah klub,” ucapnya, dikutip dari http://Persib.co.id.
Namun kecintaan besar pada Persib membuat Dado memilih bertahan dan terus berjuang. Baginya, trofi juara setelah melewati laga emosional lawan Borneo FC adalah buah manis dari ketegaran hati.
“Buah kesabaran bertahan di PERSIB dan alhamdulillah akhirnya dikasih lebih. Yang tadinya cuma minta satu, malah dikasih lebih,” tambah Dado bersyukur.
Perjuangan Dado makin berat karena harus bergelut dengan cedera serius sebelum kembali ke performa puncak di laga-laga krusial. Memulihkan fisik dan mental diakuinya jadi ujian terberat dalam kariernya.
“Pasti ada proses, apalagi saya kembali dari cedera. Pasti mengembalikan kembali itu tidak mudah, apalagi cedera bukan cedera ringan. Tapi melalui proses yang cukup panjang, alhamdulillah bisa dapat rezeki lagi. Tidak semua pemain bisa menghadapi hal seperti itu,” tuturnya.
*Sumber: http://Persib.co.id*












