Skandal Etika di Puskesmas Bojonggenteng: Ketua Forum Digerayangi, Intervensi Pejabat Pembina Terungkap

  • Bagikan

http://Catatannews.id ][ Bojonggenteng  Sukabumi ][ Perseteruan terkait proyek Rehabilitasi Puskesmas Bojonggenteng telah mencapai titik nadir etika. Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan (Forum Organisasi) mengecam keras intervensi dan serangan pribadi yang dilakukan oleh Pejabat Puskesmas terhadap Ketua Umum Forum, Yulius Abdillah, setelah proyek senilai Rp 188 Juta itu disorot publik. Selasa 02 Desember 2025.

I. Sikap Membandel Pelaksana Dibayar Dengan Serangan Pribadi

Pelaksana proyek, CV. A-TIGA, tetap absen di lokasi dan mengabaikan telepon Ketua Forum dan media selama berminggu-minggu. Di tengah kelalaian kontraktor yang mengancam mutu proyek 30 hari kalender tersebut, Forum Organisasi justru menjadi sasaran tembak dari internal instansi pemilik proyek.

Pernyataan merendahkan yang dilontarkan oleh Pejabat Puskesmas telah menyasar keluarga Yulius Abdillah:

“Seharusnya si Yulius itu bersyukur ada pembangunan. Kalau tidak dikerjakan CV tersebut, siapa yang mengerjakan? Emang dia punya duit?”

Komunikasi Lewat Intervensi, Yulius Abdillah menyatakan kekecewaan mendalam atas metode komunikasi yang dilakukan.

“Kenapa pernyataan meremehkan itu harus disampaikan kepada keluarga saya? Mengapa tidak lantas langsung menghubungi saya? Kami bukan pembuat onar. Kami adalah mitra resmi. Forum Organisasi bergerak sesuai tugas dan fungsi yang jelas,” tegas Yulius.

Ia menekankan bahwa dirinya tidak memiliki (dendam) hal yang wajar menanyakan proyek tersebut, sebab pertanyaan yang ia sampaikan berasal dari temuan di lapangan rekan-rekan media dan organisasi anggota, yakni: pelanggaran K3 dan ketidakhadiran pelaksana CV. A-TIGA.

Forum Organisasi membantah tuduhan yang mengindikasikan Ketua Forum adalah pembuat onar atau penghambat pembangunan. Yulius Abdillah menunjukkan rekam jejaknya sebagai mitra aktif:

“Selama ini, ketika Forum dan saya dilibatkan, kami selalu hadir dan mendukung, asal ada undangan. Bahkan, sewaktu ada penilaian untuk peningkatan Akreditasi Puskesmas, saya selalu menandatangani kesepakatan dan komitmennya. Maksud saya, tidak perlu ada indikasi seolah-olah saya pembuat onar,” lanjutnya.

Intervensi ini datang dari Pejabat Puskesmas, yang notabene adalah Pembina Utama di struktur Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) yang dipimpin oleh Yulius Abdillah. Tuduhan ini bertentangan total dengan fungsi kemitraan yang selama ini dijalankan.

Forum Organisasi mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk segera mengambil tindakan tegas atas perilaku yang merusak sinergi pemerintah dan masyarakat:

Memeriksa dan memberikan sanksi tegas kepada Pejabat Puskesmas yang melontarkan pernyataan merendahkan, menyerang keluarga, dan melanggar etika kemitraan serta norma profesionalitas.

Mewajibkan CV. A-TIGA untuk segera menempatkan penanggung jawab di lokasi dan memberikan informasi proyek secara terbuka, karena tanpa informasi yang memadai, Forum tidak dapat memberikan penjelasan yang benar kepada rekan pers dan organisasi.

Mendesak Dinas Kesehatan untuk segera memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan ‘bersyukur atau punya duit’ sebagai upaya mengembalikan kehormatan organisasi mitra.

Red

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *