http://Catatannews.id ][ SUKABUMI ][ Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi memulai program UMKM Naik Kelas dan Motekar 2026. Kick off program digelar di Aula PKK oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Kamis 11/6/2026.
Program ini menjadi upaya Pemkab Sukabumi menumbuhkembangkan pelaku usaha di daerah. Puluhan UMKM terpilih akan mendapat pendampingan, pelatihan, hingga berbagai akses usaha agar lebih bertumbuh.
Berdasarkan data, terdapat 90 pelaku UMKM terpilih yang ikut program UMKM Naik Kelas hasil kolaborasi Pemkab Sukabumi dengan Pemprov Jawa Barat. Mereka akan dibina agar usahanya tumbuh selama empat bulan, Mei-Agustus 2026.
Sementara program Motekar diikuti 30 pelaku UMKM lulusan UMKM Naik Kelas 2025. Motekar — akronim dari Mandiri dengan Optimalisasi Teknologi Secara Terarah — merupakan program prioritas Pemkab Sukabumi. Fokusnya pada pemanfaatan teknologi, digitalisasi usaha, dan fasilitasi usaha.
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, program ini upaya pemerintah agar UMKM terus tumbuh. Ia yakin, semakin bertumbuhnya UMKM maka ekonomi Kabupaten Sukabumi ikut tumbuh.

“Dengan pelatihan ini, kami punya goal agar pelaku usaha mikro bertumbuh menjadi kecil, usaha kecil menjadi menengah. Kami inginkan pengusaha di Sukabumi terus bertumbuh,” ujarnya.
Program dirancang agar pelaku UMKM lebih berakselerasi dalam perluasan usaha lewat berbagai akses yang tersedia. “Kita terus dorong UMKM sebagai kekuatan perekonomian nasional,” ucapnya.
Tak sekadar program, Pemkab Sukabumi telah menyiapkan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Akses kredit melalui BPR Sukabumi ini tanpa bunga.
“Kami telah menyiapkan kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM melalui BPR Sukabumi,” ungkap Bupati.
Kepala DKUKM Sri Hastuty Harahap menambahkan, 90 pelaku usaha di UMKM Naik Kelas merupakan hasil seleksi. Setiap tiga pelaku UMKM akan didampingi satu pendamping selama empat bulan.
“Setiap tiga pelaku pelaku UMKM akan pendamping. Mereka akan mengikuti program ini dari Mei-Agustus. Hal yang sama pun untuk program UMKM Motekar. 30 pelaku usaha ini pun akan dibina selama empat bulan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi